Wakil Walikota Hadiri Pembukaan Forum Maritime Asean di Batam View
BATAM VIEW-Dalam rangka implementasi ASEAN Security Community Plan of Actiob dan Vientiane Action Programme, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan pertemuan Workshop on the Estabilshment of Maritime Forum di Batam tanggal 7 - 8 September 2007.
Waorkshop secara resmi dibuka Jum’at oleh Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN, Departemen Luar Negeri Dian Triansah Djani, dilanjutkan dengan kata sambutan dari Wakil Walikota Batam, Ir Ria Saptarika, dan perjabat dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta. Pertemuan tersebut selanjutnya dipimpin oleh Direktur Politik ASEAN, Departemen Luar Negeri-RI.
Pertemuan dimaksudkan untuk membahas upaya peningkatan kerjasama bidang maritim secara terkoordinir dan komprehensif, dan mengidentifikasi upaya-upaya konkrit meningkatkan kerjasama terkait dengan penanganan kejahatan lintas negara, keselamatan pelayaran, dan perlindungan lingkungan hidup.
Pertemuan juga membahas pemaparan dari para pakar kelautan untuk pengembangan kerjasama di bidang maritim di kawasan dalam konteks pembentukan ASEAN Maritime Forum. Para pakar kelautan tersebut antara lain; pakar kelautan UNCLO, Prof Hasyim Jalal, Prof K Raguraman, pakar dari The National University of Singapore, Nobuharu Kagami Director for Piracy Contermeasures Offce, Criminal Investigation Division, dan Mr Kyung Rae Min Deputy Director, Sub Division for Implementation and Coordination, Maritime Safety Division IMO,
Pelaksanaan workshop didukung oleh Pemerintah Jepang, melalui Japa-ASEAN Integration Fund (JAIF). Pertemuan dihadairi oleh seluruh negara anggota ASEAN, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Cambodia, Indonesia, Thailand, Pihilipina, Laos, Laos, para pakar kelautan dari Indonesia, Singapura, Jepang, dan dari International Maritime Organization (IMO).
Delegasi RI terdiri dari perwakilan instansi pemerintah pusat dan daerah, yang terkait dengan bidang kemaritiman seperti Departemen Pertahanan, Departemen Perhubungan, Departemen Hukum dan HAM cq BPHN, Badan Koordinasi Keamanan Laut, Polri dan Akademisi.
Hasil akhir workshop diharapkan dapat memberikan rekomendasi dan modalitas pembentukan ASEAN Maritime forum menjelang pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015.
Forum juga diharapkan dapat menjadi wahana yang secara komprehensif membahas berbagai isu kemaritiman di kawasan ASEAN. Misalnya, keamanan maritim, keselamatan pelayaran, lingkungan dan strategi global yang dapat mempengaruhi kepentingan maritim di Asia Tenggara.
Dari segi keamanan, ASEAN Maritime Forum diharapkan tidak hanya membahas isu-isu tertentu seperti bajak laut, tetapi mencakup berbagai ancaman non tradisional termasuk pencurian ikan, pembalakan liar, penyeledupan manusia dan barang, serta berbagai tindakan pelanggaran hukum di laut.
Wakil Walikota Batam, Ir Ria Saptarika, pada pidato sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada para tamu negara-negara ASEAN, dan Departemen Luar Negeri, yang telah menunjuk Batam sebagai lokasi penyelenggaraan Workshop.
Bahkan, Wakil walikota sempat mendapat pujian dari para pakar maritime dan peserta workshop, keindahan panorama pantai Nongsa di Batam View, yang membentang luas hingga tembus pandang ke Singapura.
“Tadi sewaktu saya mengikuti sesi foto bersama peserta workshop, saya banyak mendapatkan pujian tentang keindahan wilayah perairan kita di Nongsa. Mereka bilang, potensi laut kita luar biasa. Bahkan, salah seorang peserta asal Singapura menyarankan agar pemerintah daerah, menjadikan kekayaan yang ada tersebut sebagai kekuatan untuk menjual sektor pariwisata Batam,” ujar Wawako, usai menggelar konferensi pers bersama Deplu, dan pakar kelautan UNCLO, Prof Hasyim Djalal di Hotel Batam View, Nongsa. (*)
  Official Logo of Ria Saptarika
  Mari Sukseskan JOTA & JOTI 2009








Make love, not war!